Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai keislaman telah menjadi bagian dari filosofi pendidikan Unisba sejak awal berdirinya pada 1958. Komitmen tersebut terus dijaga melalui pembelajaran agama Islam dan berbagai program pembinaan, termasuk Pesantren Calon Sarjana yang diikuti mahasiswa menjelang akhir masa studi.
“Harapannya, lulusan Unisba tidak hanya menjadi seorang ilmuwan, tetapi juga menjadi ulama. Ilmuwan yang ulama, ulama yang intelektual,” ujarnya.
Menurut Rektor, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali memperkuat pemahaman agama, memperbaiki kualitas ibadah, serta menjaga kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Bekal tersebut diharapkan tidak berhenti selama mengikuti pesantren, tetapi terus dipelihara setelah mahasiswa lulus.
Ia juga berharap para calon sarjana mampu menjadi bagian dari khairu ummah, yakni umat terbaik yang menjalankan perintah Allah Swt., menjauhi larangan-Nya, dan senantiasa menjaga keimanan dalam kehidupan sehari-hari.


