Lebih lanjut disampaikan bahwa capaian IP-TIK Indonesia pada tahun 2024 mencapai angka 6,02, sementara Jawa Barat berada pada angka 6,33. Meskipun menunjukkan tren yang positif, masih terdapat kesenjangan digital antar wilayah yang menjadi tantangan dalam pembangunan TIK yang merata dan inklusif.
Narasumber juga memaparkan berbagai pemanfaatan IP-TIK dalam berbagai sektor, seperti perencanaan kebijakan pemerintah, penelitian akademik, pengembangan strategi bisnis, hingga peningkatan literasi digital masyarakat. Contoh implementasi kebijakan yang dibahas antara lain program Palapa Ring, desa digital, pengembangan UMKM go digital, serta pembangunan infrastruktur jaringan di daerah tertinggal.
Webinar ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di Indonesia. Peserta dari perguruan tinggi di antaranya berasal dari Universitas Negeri Makassar, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Widyatama, Universitas Bina Nusantara, Universitas Terbuka, UIN Malang, serta Institut Teknologi Sumatera. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai instansi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS) baik pusat maupun daerah termasuk BPS Kabupaten Sukabumi, Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, serta Komisi Pemilihan Umum (KPU).