“Karya tulis ilmiah bukan sekadar memenuhi tugas tetapi latihan berpikir yang mengasah logika, menguji gagasan, dan membangun karakter ilmiah mahasiswa. Dari situlah muncul integritas dan daya kritis,” ujarnya.
Sufyan juga membagikan strategi praktis bagi mahasiswa, seperti cara menemukan topik yang relevan, menyusun struktur tulisan yang efektif, dan menggunakan sumber digital secara etis agar karya ilmiah memiliki bobot akademik sekaligus daya tarik publik.
Penanggung jawab kegiatan, Ratu Anna Lesmi Kencana, S.Sos., M.Ikom., selaku Kaprodi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital (HMKD), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya program studi untuk memperkuat budaya ilmiah di lingkungan kampus.
“Studium generale ini dirancang agar mahasiswa memahami bahwa karya ilmiah bukan sekadar formalitas untuk lulus. Ini adalah wadah untuk berpikir kritis, menulis dengan reflektif, dan menyalurkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Anna.