Lebih lanjut Nurfahmiyati menegaskan bahwa kegiatan KKL ini dirancang untuk mewujudkan konsep “Kampus Berdampak”, yakni kehadiran perguruan tinggi yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya datang lalu pergi. Ada langkah konkret yang kami lakukan, seperti pendampingan legalitas usaha melalui pengurusan Sertifikat Halal. Untuk produk ‘Kopi Rasa Galor’ sertifikat halalnya sudah terbit, dan saat ini kami sedang mengupayakan untuk merek lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, mahasiswa juga membantu aspek branding melalui pembuatan logo dan desain kemasan, serta mendukung pemasaran produk menggandeng Koperasi Karyawan dan Dosen (Kopkardos) Unisba. Produk-produk UMKM warga, salah satunya merek Liapik, yang sudah dipasarkan melalui food truck yang berada di lingkungan kampus Unisba.
Ke depan, Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Unisba berencana untuk menetapkan Desa Mekarmanik sebagai desa binaan selama empat tahun berturut-turut, sehingga setiap angkatan mahasiswa dapat melanjutkan program yang telah dirintis sebelumnya.


