Sebanyak 32 mahasiswa terlibat pada kegiatan ini dan dibagi ke dalam enam kelompok, masing-masing kelompok mendampingi satu pelaku UMKM. Enam unit usaha yang menjadi objek kajian meliputi keripik singkong, singkong frozen, madu lebah, manisan pepaya, kopi, dan sale pisang.
Nurfahmiyati menambahkan bahwa kegiatan KKL tahun ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kami fokus melihat potensi desa, seperti komoditas kopi dan bawang. Tahun ini kami tindak lanjuti dengan lebih spesifik pada unit-unit usahanya atau UMKM-nya,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan terstruktur. Pada hari pertama, mahasiswa melakukan observasi awal dan wawancara menggunakan kuesioner kepada para pelaku usaha. Hari kedua difokuskan pada penyusunan laporan analisis, sementara pada hari terakhir mahasiswa mempresentasikan hasil kajiannya di hadapan perangkat desa dan para pelaku UMKM setempat.


