Pada sesi berikutnya, Ledia Hanifa, menjelaskan pentingnya pendidikan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Masa PAUD dipandang sebagai fase bermain yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman yang menyenangkan. Jenjang sekolah dasar hingga menengah pertama menjadi fase penanaman adab, sedangkan jenjang sekolah menengah merupakan fase pendampingan menuju kemandirian dan kedewasaan peserta didik.
Ledia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi tiga pilar pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama dan utama, sekolah bertanggung jawab mengembangkan potensi peserta didik melalui lingkungan belajar yang kondusif, sementara masyarakat menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai yang telah dibangun di lingkungan keluarga dan sekolah.
Dari perspektif kelembagaan, seminar menegaskan pentingnya *tata kelola pendidikan* yang profesional dan akuntabel. Pengelolaan peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, kemitraan dengan orang tua, pemenuhan standar mutu, pengembangan sarana dan prasarana, pencapaian visi dan misi lembaga, hingga penguatan citra institusi harus dijalankan secara terpadu dalam kerangka peningkatan mutu berkelanjutan.


