Dalam pemaparannya, Fajar menegaskan bahwa investasi pendidikan tak lagi bisa dipahami hanya sebagai bantuan finansial. Menurutnya, banyak program bantuan yang tampak besar secara angka tetapi gagal menciptakan perubahan jangka panjang.
Ia menekankan perlunya pendekatan holistik, yakni menggabungkan dukungan finansial, kesiapan emosional, pembentukan karakter, dan penguatan keterampilan adaptif.
Menurutnya, banyak kasus anak berhasil bertahan secara akademik tetapi kesulitan secara mental ketika menghadapi tekanan.
Fajar juga menyoroti bahwa tidak ada pihak yang bisa bekerja sendirian dalam membangun fondasi pendidikan jangka panjang. Ia menyebut sekolah, keluarga, industri, dan masyarakat harus saling mengisi peran.
“Holistik berarti semua ikut bergerak. Begitu satu elemen lepas, anak-anak akan menghadapinya sendirian,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri Limayarni Bertin, Pengawas Pembina SMK KCD Wilayah VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Mirsha Shahnaz Azahra Marketing Partnership (WJ Territory) Grab ID & Brand Director Monday.co serta sejumlah komunitas dan Non-Governmental Organization (NGO).(askur/png)