Bagi seluruh anggota Angkatan 1986, kehadiran di momen istimewa ini bukan sekadar ajang temu kangen biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa ikatan persaudaraan yang terjalin semasa duduk di bangku sekolah bukan hanya sekadar kenangan yang berlalu, melainkan hubungan abadi yang terus tumbuh dan tetap kokoh. Meski kini masing-masing telah memiliki jalan hidup, pekerjaan, dan keluarga yang berbeda, hati mereka tetap satu dalam ikatan persaudaraan yang tak ternilai harganya.
Upi Supriyati (56), warga Desa Cimara yang juga merupakan perwakilan Angkatan 1986, tak mampu menyembunyikan rasa haru yang membanjiri hatinya saat melangkah masuk ke tempat acara. Bertatap muka kembali dengan sahabat-sahabat lama yang sudah puluhan tahun tak jumpa membuatnya merasa seolah waktu berputar kembali ke masa remaja yang penuh keceriaan dan kepolosan.
“Semua jarak dan waktu yang memisahkan seolah lenyap seketika saat senyum dan sapaan hangat kembali terdengar. Rasanya seperti kembali menjadi anak sekolah yang ceria,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, menggambarkan betapa dalamnya rasa rindu yang selama ini terpendam.