Pada kesempatan tersebut, ceramah Idulfitri disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. yang hadir secara daring melalui Zoom.
Dalam tausiyahnya, Mendiktisaintek mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter yang berkelanjutan, bukan hanya semangat ibadah yang berhenti setelah bulan suci berakhir.
“Ramadan sejatinya melatih kita menahan diri, mengendalikan ego, serta mendisiplinkan waktu. Jangan sampai ibadah kita berhenti di bulan Ramadan. Justru setelah Ramadan kita harus menunjukkan perubahan menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, dan konsisten,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun fondasi ketakwaan dalam dunia akademik. Menurutnya, ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi akan kehilangan arah apabila tidak dilandasi nilai-nilai spiritual dan integritas.