Saat tinggal di Yayasan SOS di Jakarta, Sri Devi harus beradaptasi dengan lingkungan baru serta berinteraksi dengan teman-teman dari latar belakang budaya dan agama yang beragam. Meski jauh dari keluarga kandung, ia merasa diterima dengan baik oleh ibu asuh serta saudara-saudaranya di rumah Anyelir, salah satu rumah asuh di yayasan tersebut. Berkat dukungan dari SOS, ia juga mampu mengembangkan bakat seninya, khususnya dalam tari tradisional seperti tari Betawi, Jaipong, Papua, dan Aceh. Bahkan, ia pernah dua kali mengikuti kompetisi tari antar-SMA di Jakarta.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA PGRI 4 Jakarta, Sri Devi melanjutkan studinya di Unisba dengan minat dalam bidang perbankan syariah. Biaya pendidikannya semula ditanggung oleh SOS, namun tantangan muncul saat organisasi tersebut mengalami kendala keuangan, yang membuat biaya kuliahnya terancam. Tidak patah semangat, ia berjuang mencari beasiswa meskipun sempat mengalami beberapa kali kegagalan. Akhirnya, pada semester lima, ia berhasil mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia yang membantunya menyelesaikan studinya hingga akhir.

