“Pendidikan Islam harus mampu hadir secara adaptif dan relevan di tengah arus digitalisasi, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasarnya,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam, Dr. Dedih Surana, M.Ag., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi momentum penguatan kapasitas akademik civitas akademika, khususnya dalam membangun digital mindset yang kritis, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Ia juga menekankan bahwa penguasaan teknologi perlu diiringi dengan literasi digital yang memadai agar pemanfaatannya tetap bijak, etis, dan bertanggung jawab.
Sebagai narasumber, hadir Santi Indra Astuti, M.Si. seorang akademisi dan praktisi literasi digital nasional, sekaligus dosen Fikom Unisba yang memaparkan secara komprehensif tentang fenomena disrupsi pendidikan, bergesernya otoritas keilmuan, serta pentingnya penguatan literasi digital dalam menghadapi era digital. Ia menyoroti bahwa saat ini terjadi di demokratisasi ilmu pengetahuan yang menjadikan akses informasi semakin terbuka, namun sekaligus menuntut kemampuan kritis dalam menyaring dan memanfaatkannya.