Dalam paparannya, disampaikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan mencakup integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, desain pembelajaran berbasis digital, kolaborasi melalui platform daring, serta refleksi pedagogik yang berkelanjutan. Hal ini membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari literasi digital, pengalaman teknologi, pelatihan profesional, hingga kesiapan lingkungan institusi.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecakapan teknis tetapi juga dari kemampuan membangun budaya digital yang sehat. “Cakap digital tanpa budaya dan etika justru berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan digital mindset di kalangan pendidik, yang meliputi sikap adaptif, inovatif, reflektif, serta memiliki growth mindset dalam menghadapi perubahan. Dalam konteks pendidikan Islam, hal ini menjadi sangat relevan untuk memastikan bahwa nilai-nilai keislaman tetap terinternalisasi dalam proses pembelajaran yang berbasis teknologi.


