Dari segi cara kerja pelaku, mencongkel menduduki urutan pertama, diikuti mengancam korban, menggunakan kunci T, serta kunci gantung. Polisi terus memetakan pola ini agar patroli dan pengawasan dapat dilakukan lebih cermat dan menyesuaikan perkembangan modus yang terjadi di lapangan.
Waktu kejadian paling banyak terjadi di tengah malam hingga pagi hari, namun siang hingga sore juga menyumbang angka yang cukup tinggi. Hal ini mengingatkan bahwa kejahatan tidak mengenal jam, sehingga kewaspadaan harus dijaga kapan saja. Diketahui pula 8 dari 36 tersangka adalah pelaku berulang.
Pengungkapan ini juga menyisakan sejumlah barang bukti berupa 90 unit sepeda motor dan barang lainnya. Di waktu yang sama, Polresta Bandung juga menindak peredaran ribuan botol minuman keras serta melakukan lebih dari seribu kegiatan penanganan premanisme, yang menunjukkan penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh.


