Kegiatan PKM ini dibuka pada 8 Juni 2025 melalui pertemuan antara tim pengabdi dengan perwakilan Persatuan Dokter Alumni Wilayah Priangan Timur yang beranggotakan 37 orang, diketuai dr. Maryam Hazrina, alumni FK Unisba angkatan 2010. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa rencana kegiatan, di antaranya pemeriksaan penjaringan santri untuk mendeteksi penyakit skabies oleh para dokter alumni di wilayah sekitar pesantren, pendampingan penyusunan kurikulum edukasi kesehatan diri (self hygiene), serta pelatihan pembuatan sabun herbal berbasis bahan alam yang dilaksanakan pada 5 September 2025.
Selama kegiatan berlangsung hingga Juli 2025, tim berhasil melakukan penjaringan terhadap 79 santri laki-laki dengan tiga kategori pemeriksaan: merah (skabies dengan infeksi sekunder), kuning (skabies tanpa infeksi sekunder), dan hijau (santri sehat). Hasil kegiatan menunjukkan penurunan signifikan kasus skabies, di mana hanya 32 persen santri yang mengalami skabies dan 3 persen mengalami infeksi sekunder — jauh menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya.