Menurut ketua tim, dr. Winni Maharani Mauliani, M.Kes., kolaborasi antara dosen FK Unisba dan para dokter alumni memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan santri di pesantren.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut agar istilah santri budug dapat berubah menjadi santri sehat dan mandiri, yang tidak hanya menjaga kebersihan diri tetapi juga mampu memproduksi sabun herbal secara mandiri,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan pesantren melalui pemberdayaan dokter alumni dan pelatihan keterampilan santri. Selain mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, para santri juga didorong untuk berkreasi dan mandiri dalam memproduksi sabun mandi herbal berbasis minyak kelapa sebagai alat pendukung PHBS di pesantren.(askur/png)