Ketua PKM, Ermina Widiyastuti menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung. Menurutnya, tindakan cepat oleh orang yang berada di lokasi kejadian sebelum tenaga kesehatan tiba sangat berperan dalam meningkatkan peluang keselamatan korban.
“Komunitas 3IKB merupakan bagian penting dari civitas akademika Unisba yang setiap hari beraktivitas di lingkungan kampus. Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta memiliki kemampuan mengenali kondisi henti jantung, melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dengan benar, serta mampu memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan lainnya. Harapannya, anggota 3IKB dapat menjadi agen edukasi sekaligus memperkuat budaya tanggap darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Ermina.


