“Ikhlas sejati bukan berarti kita telah sepenuhnya terbebas dari segala kotoran hati tetapi senantiasa berusaha mengembalikan niat hanya kepada Allah SWT setiap kali hati mulai tercampuri oleh selain-Nya,” jelas Helmi dalam materi pembinaannya.
Ia menambahkan bahwa sikap ikhlas dalam bekerja akan melahirkan karakter-karakter unggul pada diri para pengemudi. “Seseorang yang berhasil mencapai tingkat ikhlas dalam hidupnya, secara otomatis akan membentuk lima pilar karakter utama di dalam jiwanya, yaitu zuhud, sabar, tawakkal, qana’ah, dan ridha,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Unisba berharap para pengemudi tidak hanya semakin profesional dan disiplin dalam menjalankan tugas hariannya tetapi juga mampu mewujudkan motto “Bersama Melayani dengan Ikhlas dan Profesional” yang membawa kebaikan bagi seluruh sivitas akademika dan tamu universitas.(askur/nmn)***


