Transparansi merupakan pilar penting dalam pemerintahan modern. Konsep ini menjamin akses publik terhadap informasi mengenai kebijakan, proses pengambilan keputusan, dan penggunaan anggaran negara. Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan akuntabilitas para pejabat publik.
Beberapa ahli telah mendefinisikan transparansi dengan cara yang berbeda, namun pada intinya, mereka semua sepakat bahwa transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Berikut adalah beberapa pandangan ahli mengenai transparansi:
Menurut Ball (2009), transparansi memiliki tiga makna dalam konteks pemerintahan: Nilai atau norma perilaku: Transparansi sebagai upaya untuk memerangi korupsi. Kedua, Keterbukaan pemerintah dan organisasi: Transparansi sebagai akses publik terhadap informasi yang dimiliki pemerintahan. Ketiga, Kompleksitas analisis kebijakan: Transparansi sebagai suatu proses yang melibatkan analisis mendalam terhadap kebijakan publik.
