“Pertama-tama, Unisba harus siap ketika ada keperluan masyarakat seperti ini. Harapan saya, tim bekerja dengan kompak dan fokus pada penanggulangan bencana. Ini sepertinya akan menjadi kerja jangka panjang. InshaAllah, inilah bukti kampus berdampak. Unisba harus hadir di masyarakat dan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya saat bencana terjadi tetapi juga pada fase pascabencana dan pemulihan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Unisba juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan, termasuk Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan para pemangku kepentingan lainnya, untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan korban.
“Teman-teman Mapenta sudah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang lebih dulu hadir. Selanjutnya, kami akan menyesuaikan kontribusi Unisba berdasarkan kebutuhan, termasuk pendampingan psikologis, aspek kesehatan, sosial, hingga pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak karena kami menemukan kebun warga juga banyak yang terkena longsor,” tambahnya.


