Observatorium Wisata Halal di Alamendah pertama kali diinisiasi pada tahun 2022 oleh tim dosen Unisba melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai bentuk dukungan terhadap branding Desa Alamendah sebagai The Great Halal Experience. Namun, observatorium ini belum berfungsi optimal karena keterbatasan pemahaman pelaku wisata terhadap konsep halal, belum adanya pedoman operasional, serta minimnya media promosi dan edukasi.
Ketua Tim PKM, Astri Mutia Ekasari, menjelaskan, “Observatorium ini awalnya dibentuk sebagai pusat edukasi dan koordinasi wisata halal, namun belum berjalan sesuai harapan. Melalui pendampingan ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat kolaborasi antara masyarakat dan akademisi agar observatorium benar-benar berfungsi dan berdampak nyata.”
Sebagai langkah nyata, tim PKM Unisba memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) pada 30 September 2025 yang melibatkan pengelola BUMDes, pelaku UMKM, pengurus desa wisata, pegiat seni, dan masyarakat lokal. FGD tersebut menghasilkan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Observatorium Wisata Halal, yang akan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan ekosistem wisata halal di Desa Alamendah. Pokja ini berperan dalam pengelolaan, promosi, serta edukasi masyarakat terkait prinsip-prinsip wisata halal — mulai dari layanan, produk, hingga strategi pemasaran berbasis nilai-nilai Islam.