Sejumlah kegiatan utama dilaksanakan di lokasi, di antaranya rapat koordinasi lintas pihak dan pemenuhan kebutuhan operasional sekolah darurat pada 2 Januari 2026. Selanjutnya, 3 Januari 2026, diberikan dukungan psikososial bagi tenaga pendidik dan karyawan oleh Rahmah Nur Rizki, S.Psi., M.Psi. Kegiatan belajar mengajar secara resmi dimulai 5 Januari 2026, ditandai dengan upacara bendera serta pendampingan psikososial bagi siswa bersama Andi Alang, pendongeng sekaligus ventriloquist. Kegiatan dilanjutkan 6 Januari 2026 dengan senam bersama dan pendampingan psikososial yang dilakukan oleh para guru dan relawan.
Sekolah darurat beroperasi setiap Senin hingga Kamis, pukul 08.00–10.00 WIB, dengan dukungan 65 tenaga pendidik dan relawan yang bertugas secara bergiliran. Jumlah kehadiran siswa tercatat sekitar 287 hingga 320 anak, yang merupakan gabungan dari jenjang TK, SD, dan SMP.