“Tidak hanya meneliti tetapi juga melakukan diseminasi tentang hasil penelitian. Ketika terjun ke lapangan, konstruksi berpikirnya sudah tertata dan memiliki gambaran bagaimana hasil penelitian tersebut dapat dikomunikasikan serta memberikan kontribusi kepada masyarakat,” katanya.
Dalam konteks karakter lulusan Unisba, rektor menekankan pentingnya mahasiswa mengembangkan nilai mujahid, mujtahid, dan mujaddid (3M). Penelitian menjadi salah satu bentuk aktualisasi kemampuan berpikir mahasiswa, sementara hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pembaruan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses akademik. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses penulisan dan pengembangan karya ilmiah tetapi tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir dan tanggung jawab akademik mahasiswa.


