Pesantren dilaksanakan dalam dua model pembelajaran: kelas besar dan tutorial. Materi kelas besar mencakup pengembangan insan cerdas dan kompetitif di era digital, pelayanan prima dalam perspektif Islam, dan kesehatan mental. Sementara itu, sesi tutorial meliputi thaharah, teori dan praktik salat berjamaah, fiqih salat untuk pasien, bimbingan doa bagi orang sakit, pembinaan Al-Qur’an, tafakkur fiddin, praktik pemulasaraan jenazah, serta kegiatan ibadah seperti salat tahajud berjamaah dan ceramah setelah salat Magrib dan Subuh.
Direktur Politeknik Al Islam Bandung, dr. Shiane Hanako Sheba, MKM., MCE., menyatakan bahwa pesantren ini merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk membekali mahasiswa secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter islami.
“Peserta pesantren adalah mahasiswa tingkat akhir yang akan segera diwisuda. Saya berharap mereka dapat menyerap ilmu secara maksimal dan menjalankan setiap ibadah dengan sungguh-sungguh agar siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” tegasnya.(askur/png)