“Ramadan adalah ruang pembinaan spiritual yang harus terasa ruhnya di setiap sudut kampus. Kita ingin Ramadan hadir di masjid, ruang dosen, kelas-kelas, dan hati seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Rektor juga menekankan peran Unisba sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik tetapi juga berintegritas secara moral dan spiritual. Ia mengapresiasi program pembinaan yang disusun LPI3M dalam mendukung terwujudnya visi Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M).
“Puasa jangan menjadi alasan menurunnya kinerja. Justru Ramadan harus menjadi motivasi untuk meningkatkan produktivitas karena bekerja adalah bagian dari ibadah,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Unisba secara resmi membuka rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan Unisba 1447 Hijriah.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi munggahan merupakan ungkapan rasa syukur dan kegembiraan dalam menyambut Ramadan.


