Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan rukyat hilal merupakan wujud peran Unisba sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat melalui integrasi nilai keislaman dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan rukyat hilal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen akademik dalam memadukan syariat dan sains.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan hilal tidak terlihat di seluruh titik pengamatan di Jawa Barat.
“Pada saat Maghrib, posisi hilal berada pada kisaran -2 derajat hingga 0 derajat, sehingga tidak memenuhi kriteria visibilitas. Dari 11 lokasi pemantauan di Jawa Barat, termasuk di Albiruni, Banjar, Pangandaran, Subang, dan Sukabumi, seluruhnya melaporkan hasil yang sama, yaitu hilal tidak terlihat,” ujarnya.