“Kami ingin belajar dari Unisba, terutama terkait penerimaan mahasiswa baru, humas, dan pemasaran. Mudah-mudahan dari kunjungan ini ada hal-hal yang bisa kami terapkan di kampus kami,” ujar Bagus.
Menurutnya, salah satu tantangan Politeknik Al Islam Bandung adalah memperkenalkan program studi yang dimiliki kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya juga ingin mendapatkan masukan mengenai strategi komunikasi dan pemasaran yang dapat dilakukan.
Selain itu, benchmarking tersebut juga membahas penguatan kapasitas SDM, pengelolaan kerja sama melalui MoU, serta program beasiswa KIP.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi antara kedua perguruan tinggi, penandatanganan Implementation of Agreement, dan penyerahan cinderamata.(askur/nmn)***


