Dalam ceramahnya, Miftah Faridl menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah tetapi juga bulan yang sarat dengan prestasi dalam sejarah Islam. Ia mencontohkan sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan, seperti Perang Badar, penaklukan Kota Makkah, hingga berbagai kemenangan umat Islam yang menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak menghalangi produktivitas dan perjuangan.
“Ramadan adalah bulan prestasi. Banyak kemenangan besar dalam sejarah Islam justru terjadi ketika umat Islam sedang berpuasa. Hal ini menunjukkan bahwa puasa bukan penghalang untuk berkarya dan berjuang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa puasa yang berkualitas tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga diiringi dengan peningkatan ibadah, kedekatan dengan Al-Qur’an, serta pengendalian diri. Menurutnya, tujuan utama puasa adalah membentuk manusia yang bertakwa, yang tercermin dari akhlak seperti kejujuran, kemampuan mengendalikan emosi, kesediaan memaafkan, serta kepedulian untuk berbagi kepada sesama.