Miftah menekankan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan memperbaiki kualitas diri. “Ramadan harus menjadi bulan berbagi, bukan bulan meminta. Orang yang berhasil dididik oleh puasa adalah mereka yang memiliki kejujuran, kesabaran, serta kemampuan menahan amarah,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan mutiara hikmah yang menegaskan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai waktu refleksi dan perencanaan masa depan.
Mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, rektor menegaskan bahwa setiap manusia diperintahkan untuk mempersiapkan masa depan dengan penuh kesadaran dan ketakwaan.
“Ramadan bukan hanya bulan ibadah tetapi juga bulan berkah, bulan prestasi, dan bulan perencanaan masa depan. Allah mengingatkan kita agar setiap diri melihat apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok,” ujarnya.(askur/png)***