Menurutnya, lulusan Unisba diharapkan tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan fisik yang seimbang. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan globalisasi, para lulusan dituntut untuk terus belajar, adaptif, dan inovatif agar tetap relevan serta kompetitif.
Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, loyalitas terhadap almamater, dan semangat kemandirian melalui penerapan prinsip 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang.
Sebagaimana wisuda sebelumnya, Unisba turut memberikan apresiasi kepada lulusan berprestasi, baik sebagai lulusan terbaik, tercepat, maupun termuda, sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik yang diraih.
Dalam kesempatan tersebut, rektor menegaskan komitmen Unisba sebagai kampus yang terbuka dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan. Kehadiran wisudawan nonmuslim dalam wisuda kali ini mencerminkan bahwa Unisba tidak membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras. Keberagaman ini menegaskan jati diri Unisba sebagai Perguruan Tinggi Islam yang berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin.