“Melalui SPeSIA yang bersinergi dengan 1st VISION, Unisba terus mendorong mahasiswa untuk aktif meneliti, berinovasi, dan berkontribusi dalam menjawab tantangan global,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para mitra co-host yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Pada tahun ini, lebih dari 950 karya ilmiah dipresentasikan, menunjukkan tingginya produktivitas riset mahasiswa. Seluruh karya tersebut tidak hanya dipresentasikan tetapi juga akan diterbitkan dalam prosiding nasional dan internasional, serta diarahkan menuju jurnal ilmiah bereputasi.
Melalui tema VISION 2026, “Enhancing SDGs Research in 6.0 Society”, Unisba mendorong mahasiswa untuk berperan sebagai Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid dalam menghadapi era disrupsi digital. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan soft skill dan hard skill secara seimbang.
Ketua Pelaksana SPeSIA 2026, Ahmad Arif Nurrahman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa SPeSIA merupakan agenda rutin setiap semester sebagai wadah diseminasi hasil penelitian mahasiswa, dosen, dan peneliti. Sementara itu, VISION menjadi konferensi internasional pertama Unisba dalam rangka memperkuat program internasionalisasi.


