“Unisba yang telah meraih akreditasi Unggul perlu terus memperkuat tata kelola, termasuk dalam aspek manajemen risiko,” tambahnya.
Nan juga menjelaskan bahwa SPI berfokus pada pengelolaan risiko nonakademik, sementara aspek akademik menjadi tanggung jawab Badan Penjaminan Mutu (BPM). Adapun pengelolaan SDM, keuangan, dan aset berada di bawah kewenangan badan pengelola sehingga diperlukan sinergi antarunit.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Kantor Manajemen Risiko IPB University, Dr. Ir. Budi Purwanto, M.E. yang membahas konsep dan implementasi manajemen risiko di perguruan tinggi. Selanjutnya, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba, Asni Mustika Rani, S.E., M.M. memaparkan teknis pengisian risk register, dari identifikasi hingga evaluasi risiko. Materi terakhir disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Alkerma, Prof. Dr. Hj. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H. yang membahas urgensi manajemen risiko di lingkungan Unisba.(askur/png)