Menurutnya, penghargaan ini merupakan rekognisi dari LLDIKTI Wilayah IV yang menilai bahwa Unisba memiliki kiprah signifikan dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Ini bukti nyata bagaimana Unisba merespons sivitas akademika—khususnya para dosen—yang tidak hanya menjalankan tridharma sebagai pendidik profesional tetapi juga sebagai ilmuwan yang melaksanakan hilirisasi penelitian dan pengabdian. Nilai khairunnas anfa’uhum linnas benar-benar diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Tahun ini, Unisba juga tercatat sebagai perguruan tinggi dengan perolehan dana penelitian dan pengabdian terbesar kedua di Jawa Barat dan Banten. Harits menjelaskan bahwa penghargaan di bidang pengelolaan JAD terbaik merupakan hasil konsistensi Unisba dalam menjaga tata kelola jabatan akademik sejak 2018. “Maintenance dan keberlanjutan sistem terus dijaga. Kami juga menambah rekognisi setiap tahun sehingga jumlah lektor, lektor kepala, dan guru besar meningkat signifikan,” jelasnya.


