Ia juga menekankan bahwa proses penilaian JAD di Unisba dilakukan secara bersih dan transparan. Rektor mencontohkan adanya keluhan dari perguruan tinggi lain yang harus mengeluarkan biaya besar untuk proses pengusulan Guru Besar. “Di Unisba, alhamdulillah kita bisa menjaga integritas. Tidak ada praktik-praktik yang tidak etis. Kita ingin prosesnya bersih dan bermartabat,” tegasnya.
Rektor menutup sambutan dengan ajakan untuk terus menjaga etos kerja, integritas, dan produktivitas akademik. “Profil Unisba yang hebat itu karena dosennya hebat. Tolong jaga marwah ini. InsyaAllah kita bisa mempertahankan posisi sebagai perguruan tinggi Islam swasta terbaik di Jawa Barat dan Banten, serta terus bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Ketua Tim Penilai JAD dan Integritas Akademik Unisba, Prof. Dr. Toto Tohir Suriaatmadja, S.H., M.H., turut memberikan arahan. Ia menyampaikan bahwa Unisba memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan jumlah Guru Besar. “Secara total kita sudah mencapai delapan persen. Target 15 persen sangat mungkin dicapai dalam tiga tahun ke depan jika semua bergerak,” ujarnya.


