Ratna menjelaskan, SIBILAL tidak hanya menjadi sebuah sistem pendataan, tetapi juga menjadi sarana untuk kembali menghubungkan alumni dengan almamater. Melalui sistem ini, diharapkan terbangun keterlibatan alumni yang lebih kuat demi mendukung kemajuan Unisba.
“Melalui sistem yang terintegrasi ini, kita ingin proses pengisian data menjadi lebih mudah, cepat, dan interaktif bagi alumni. Data yang bersih dan real-time akan sangat penting untuk kebutuhan akreditasi maupun pengembangan kerja sama strategis,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan data alumni membutuhkan kolaborasi seluruh elemen universitas. Program studi sebagai garda terdepan memiliki peran strategis dalam merangkul para alumninya agar aktif berpartisipasi dalam pengisian tracer study.
“Sekarang kata kuncinya adalah sustainable. Hal tersebut tidak akan tercapai tanpa kolaborasi. Bersama-sama, kita bisa meraih lebih banyak dan membawa kapal pesiar Unisba berlayar lebih jauh menuju visi Unisba 2033,” tuturnya.


