“Artinya, ijtihad saya menghidupkan kembali posisi Wakil Rektor IV itu tidak meleset. Salah satu target dalam program kerja saya adalah internasionalisasi dan langkah pertama yang saya ambil adalah membentuk kembali kantor Warek IV bidang Kerja Sama dan Internasionalisasi,” ujar Edi saat diwawancarai, Senin (23/6).
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut kini terbukti tepat. “Dengan capaian ini, dunia telah mengakui keberadaan Unisba di tingkat global. Melalui THE Impact Rankings ini, kita membuktikan bahwa Unisba mampu bersaing di antara universitas-universitas ternama dunia,” ucapnya.
Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa penghargaan tersebut bukan akhir dari perjuangan. Menurutnya, ini adalah momentum untuk terus meningkatkan kualitas dan memperkuat komitmen dalam menjalankan amanat para pendiri Unisba. “Penghargaan ini justru menjadi peringatan bagi kita. Bahwa kita tidak boleh cepat puas, apalagi menjadi sombong. Justru ini cambuk untuk terus memperbaiki diri,” kata Edi.
