“Wanita Islam harus terus hadir memberi manfaat di tengah masyarakat. Pengajian rutin bukan hanya menjadi media silaturahmi dan memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan agar perempuan semakin mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa,” tutur Mimin.
Ia menambahkan bahwa organisasi perempuan harus tetap solid dan aktif menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia harus diisi dengan pendidikan, kepedulian sosial, penguatan karakter, dan pembentukan generasi yang beriman serta berakhlak mulia.
Dari Medan Perang Menuju Medan Pendidikan dan Pembinaan Generasi
Pengajian menghadirkan Dr. Hj. Kiki Zakiah, M.Si. sebagai pemateri utama dengan topik “Wanita (Muslimah) dan Kemerdekaan Bangsa: Dari Perjuangan di Medan Perang hingga Perjuangan Mendidik Generasi.”
Dalam penyampaiannya, Kiki mengajak peserta memahami bahwa makna kemerdekaan tidak hanya terbatas pada terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi juga perjuangan melawan kebodohan, kemerosotan moral, putus sekolah, dan berbagai persoalan sosial yang berkembang di era digital.
Ia mengangkat keteladanan Cut Nyak Dhien sebagai simbol keteguhan perempuan Indonesia yang tetap berjuang dalam berbagai keterbatasan. Nilai-nilai perjuangan tersebut, menurutnya, masih sangat relevan diterapkan oleh perempuan masa kini.
Jika dahulu medan perjuangan berada di garis depan peperangan, sekarang perjuangan muslimah berlangsung di dalam keluarga, lembaga pendidikan, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, hingga ruang digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kiki menegaskan bahwa Islam memberikan kedudukan penting kepada perempuan sebagai mitra dalam membangun masyarakat. Mengacu pada QS. At-Taubah ayat 71, ia menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan yang beriman memiliki tanggung jawab bersama dalam mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Karena itu, seorang ibu yang mendidik anak dengan penuh kasih sayang, guru yang mengajar dengan amanah, perempuan yang menjalankan usaha secara jujur, maupun aktivis organisasi yang melayani masyarakat dengan ikhlas merupakan bagian dari perjuangan membangun bangsa.


