“Saya bertanya terkait apa kesukaan dan hobi kalian yang nantinya kalian bisa interaktif juga untuk menjawab pertanyaan saya,” ujar Armien.
Dari sini kami dapat mengetahui bahwa hobi dan minat pribadi siswa menjadi pintu masuk yang efektif untuk membangun keterlibatan, kepercayaan diri, dan semangat berkomunikasi. Ketika materi komunikasi dikaitkan dengan hal yang mereka sukai seperti klub sepak bola favorit atau grup idol siswa lebih antusias menyampaikan pendapat karena mereka merasa topik tersebut relevan dan dekat dengan kehidupan mereka.
Penekanan Pelatihan untuk Disabilitas
Sesi berikutnya siswa dibimbing untuk menggunakan struktur penyampaian yang runtut, intonasi suara yang jelas, penggunaan kata kunci, serta bahasa tubuh yang tepat. Bagi siswa tunanetra, pelatihan menekankan penguatan vokal, pengaturan napas, kejelasan artikulasi, dan pemanfaatan alat bantu presentasi secara inklusif.


