Meskipun berpusat di Student Center Unisba, proses asesmen dilaksanakan secara hybrid. Para peserta hadir secara fisik di lokasi ujian, sementara tim asesor memberikan penilaian dan melakukan wawancara melalui platform daring. Metode ini menunjukkan adaptasi teknologi yang baik dari pihak penyelenggara, sekaligus memberikan pengalaman bagi peserta mengenai pola komunikasi profesional jarak jauh yang kini lumrah di dunia kerja global.
Sebanyak 56 peserta mengikuti rangkaian uji kompetensi ini antusias. Berdasarkan hasil penilaian intensif, seluruh peserta dinyatakan Kompeten dan berhak menyandang gelar sebagai Ahli Muda Perencana Tata Ruang Wilayah dan Kota (Jenjang 7).
Dekan Fakultas Teknik Unisba, Dr. M. Dzikron, ST., MT., IPM, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar sarjana saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan di pasar kerja yang kini bersifat lintas batas.
“Kami di Fakultas Teknik terus berkomitmen untuk tidak hanya meluluskan mahasiswa secara akademik tetapi juga membekali mereka dengan pengakuan profesi yang sah. Uji kompetensi ini adalah upaya nyata agar lulusan PWK Unisba siap bersaing di kancah nasional maupun global. Dunia kerja saat ini menuntut bukti formal atas kemampuan teknis yang dimiliki,” tegas Dzikron.