Kolaborasi Lintas Keilmuan Jadi Faktor Penting
Ilman menilai kolaborasi antarbidang ilmu menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan inovasi Soshum agar memiliki karakteristik yang dapat dipatenkan. Penelitian sosial humaniora dapat dikembangkan menjadi metode atau sistem baru apabila dikombinasikan dengan disiplin ilmu lainnya.
Menurutnya, keterlibatan Prof. Neni sebagai penggagas awal serta kolaborasi yang dibangun bersama tim dan bidang keilmuan lain menjadi fondasi penting dalam menghasilkan paten tersebut.
“Karena adanya kolaborasi yang solid dari tim Unisba dan Prof. Neni sebagai penggagas awal, serta kolaborasi dengan bidang keilmuan lain, maka paten di bidang Soshum sangat dimungkinkan,” katanya.
Ilman menambahkan, perjalanan memperoleh paten membutuhkan proses yang tidak singkat. P2KI LPPM Unisba melakukan pengajuan sekaligus mendapatkan pendampingan dan masukan dari pemeriksa paten DJKI terkait pengembangan invensi Soshum agar memenuhi ketentuan yang berlaku.
Salah satu strategi yang dikembangkan adalah menghubungkan keilmuan Soshum dengan teknologi informasi. Perkembangan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), dinilai dapat memberikan peluang baru untuk menghasilkan metode dan sistem inovatif yang mampu menjawab persoalan di masyarakat.
“Untuk menyiasatinya adalah dengan berkolaborasi dengan keilmuan lain, salah satunya Teknologi Informasi. Dengan begitu, keilmuan Soshum dapat dikembangkan menjadi metode dan sistem baru untuk memecahkan masalah,” jelasnya.


