Oleh: Dr. Yani Triyani, dr., SpPK., M.Kes (Dosen FK Unisba)
KONDISI kesehatan masyarakat di Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, angka prevalensi stunting di wilayah ini mencapai 24,1 persen pada tahun 2024. Meski angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 5,1 persen dari tahun sebelumnya (25,9 persen), posisi ini masih jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 19,8 persen dan rata-rata Jawa Barat sebesar 15,9 persen.
Desa Patrolsari, yang secara geografis merupakan wilayah perdesaan agraris, memiliki potensi besar namun masih terbelenggu masalah kesehatan fundamental. Hal ini disebabkan berbagai faktor, antara lain masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat—yang didominasi lulusan sekolah dasar—serta keterbatasan ekonomi menjadi faktor yang berpengaruh. Data menunjukkan bahwa sekitar 58,5 persen pria dan 69,8 persen wanita di desa ini tidak memiliki penghasilan tetap, yang berimplikasi langsung pada rendahnya frekuensi pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan balita. Menanggapi tantangan ini, program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) hadir sebagai solusi transformatif melalui pemberdayaan Komunitas Pepeling. Langkah ini bukan sekadar intervensi medis, melainkan upaya membangkitkan kesadaran holistik yang mengkolaborasikan pendekatan spiritual-medis praktis kepada para orang tua muda yang masih baru memiliki anak antara 0–5 tahun.


