KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID (NMN) – Sebanyak 550 santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Huda Kota Bandung mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba).
Kegiatan yang berlangsung pada 10–11 September 2026 di Ruang Serba Guna Pesantren Nurul Huda tersebut merupakan bagian dari program Hibah Internal Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran (UPPM-FK) Unisba).
PKM mengangkat tema “PKM Sosialisasi PHBS dan Pelatihan Pengawas Pengolesan Obat Antiskabies pada Santri di Pesantren Nurul Huda Kota Bandung”. Tim pengabdi diketuai Julia Hartati, dr., M.Kes., dengan anggota Rafdi Ahmed, dr., SpDV. dan Dr. Ratna Dewi Indi Astuti, dr., M.Kes.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda yang berlokasi di Jalan Rancabentang Dalam III, Ciumbuleuit, Cidadap, Kota Bandung.
Kegiatan PKM dilatarbelakangi masih ditemukannya penyakit kulit, khususnya skabies atau kudis, di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut berkaitan dengan masih terbatasnya pengetahuan mengenai kesehatan dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan santri.
Pesantren Nurul Huda diketahui menampung sekitar 550 santri yang tinggal menetap. Dalam satu kamar tidur, terdapat sekitar 30–50 santri yang menempati ruangan secara bersama-sama.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan penularan penyakit kulit. Terlebih, berdasarkan penelitian yang dilakukan mahasiswa tingkat akhir FK Unisba sekitar setahun sebelumnya, ditemukan lebih dari 80 santri mengalami skabies dan infeksi sekunder.
Melalui kegiatan PKM, dosen FK Unisba memberikan edukasi kesehatan sekaligus pelatihan mengenai penggunaan obat antiskabies. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai pencegahan penyakit serta penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
PHBS menjadi bagian penting karena mendorong peserta didik dan lingkungan sekolah untuk menerapkan perilaku kesehatan berdasarkan kesadaran dan hasil pembelajaran, sehingga mampu mencegah penyakit, menjaga kesehatan, serta ikut menciptakan lingkungan yang sehat.


