PENYAKIT tidak menular (PTM) menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama pada kelompok lanjut usia. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan sederhana merupakan salah satu langkah penting untuk mengenali faktor risiko dan kondisi kesehatan masyarakat sejak awal. Dalam konteks masyarakat desa, keberadaan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) memiliki peran strategis karena menjadi salah satu ruang pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Namun, keberadaan Posbindu belum selalu diikuti dengan optimalnya keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana. Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Posbindu telah berjalan, tetapi masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan sesuai standar, keterbatasan sarana pemeriksaan, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Selain itu, integrasi kegiatan Posbindu dengan program desa lainnya masih perlu diperkuat agar keberlanjutan kegiatan dan dampaknya dapat berlangsung dalam jangka panjang.


