
KOTA BANDUNG – Di balik menggeliatnya gerakan literasi di berbagai daerah, ada satu nama yang layak mendapat tempat istimewa: Ferry Curtis. Musisi balada asal Bandung kelahiran Purwakarta ini adalah sosok di balik lagu “Mari Membaca”, sebuah lagu yang kini telah bertransformasi menjadi hymne pemersatu bagi para pegiat literasi di seluruh Indonesia.
Kehadiran lagu ini menjadi titik temu yang selama ini dinantikan. Jika sebelumnya komunitas taman baca, pegiat literasi sekolah, hingga relawan buku bergerak dengan iramanya masing-masing, “Mari Membaca” hadir sebagai simfoni yang menyelaraskan visi. Kehadiran lagu ini menyatukan mereka dalam satu semangat yang sama: melawan buta huruf dan menumbuhkan cinta pada buku.
Banyak yang mengira lagu ini baru populer dan digunakan secara massal pada tahun 2019. Namun faktanya di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Jauh sebelum itu, “Mari Membaca” sudah sangat akrab di telinga anak-anak sekolah. Lagu ini telah diadopsi secara organik oleh komunitas baca, guru-guru Sekolah Dasar, hingga pembina Pramuka sejak Gerakan Literasi Sekolah (GLS) digalakkan oleh Kemendikbud pada tahun 2015-2016.



