
BANDUNG, PRIPOS.ID— Musik balada bukan sekadar rangkaian nada dan lirik puitis, melainkan sebuah medium perlawanan terhadap amnesia budaya di era digital. Esensi ini tecermin kuat dalam gelaran Tikpul EPS.191: Temu Budaya Kota Bandung #02 yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026) malam.
Dipadati oleh ratusan pasang mata dari berbagai generasi, acara yang diinisiasi oleh kolektif Titik Koempul (TiKpul) ini berhasil mengubah pelataran institusi formal menjadi ruang kebudayaan yang cair dan penuh gagasan. Kehadiran musisi balada senior sekaligus penulis lagu literasi, Mars Perpustakaan RI dan penggiat literasi nasional, Ferry Curtis, menjadi magnet utama malam itu. Ia tidak hanya hadir untuk bernyanyi, tetapi juga memantik ruang refleksi mengenai masa depan edukasi kultural.
Membawa tajuk “Pendidikan sebagai Ruang Pelestarian Budaya”, acara ini berupaya membedah peran musik independen—khususnya balada—dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat di tengah gempuran arus informasi instan.



