“Hari ini semua orang bisa menjadi sumber berita dan algoritma memiliki pengaruh besar dalam menentukan apa yang dilihat dan dipercaya publik. Akibatnya, komunikasi sering kali tidak lagi berorientasi pada substansi, tetapi mengejar viralitas,” ujar Arif Satria.
Ia mengatakan komunikasi pada era digital juga tidak lagi sepenuhnya netral karena digunakan untuk membentuk opini dan membangun trust atau kepercayaan publik terhadap individu maupun institusi. Karena itu, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membangun kredibilitas di tengah derasnya arus informasi dan persaingan narasi di ruang digital.
Menurut Arif, penguatan silaturahmi dan jejaring sosial yang sehat menjadi penting untuk menjaga kualitas komunikasi publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat. “Komunikasi pada akhirnya bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana membangun relasi sosial dan menghadirkan kredibilitas yang dipercaya masyarakat,” katanya.