Jakarta, Pripos, id – Komunitas alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang tergabung dalam CAAIP (Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran) memancarkan dukungan dan solidaritas seluruh alumni di berbagai daerah untuk menjaga eksistensi dan kehormatan almamater.
Seruan ini muncul sebagai respon atas rencana perubahan status STIP menjadi Politeknik Pelayaran, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022.
Lewat rilisnya Rabu 29 Oktober 2025, Ketua Umum CAAIP Iko Johansyah menyebutkan, para alumni menilai bahwa perubahan status tersebut berpotensi menurunkan gelar akademik STIP, menghapus sejarah panjangnya sebagai perguruan tinggi pelayaran tertua di Indonesia, serta menjanjikan pengakuan internasional terhadap lulusan STIP yang selama ini dikenal berkompeten di dunia maritim global.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, CAAIP akan menggelar Sarasehan CAAIP Nasional pada 30 Oktober 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi forum terbuka bagi alumni dan pemangku kebijakan untuk membicarakan masa depan STIP, serta menyusun langkah-langkah strategi dalam mempertahankan status dan marwah institusi yang telah melahirkan ribuan pelayaran profesional.
