Eka menambahkan bahwa isu hubungan antara pariwisata halal dan rezim perdagangan internasional masih jarang dibahas dalam literatur. Pada awalnya, tim sempat menduga hal tersebut tidak menjadi persoalan sehingga minim dikaji. Namun setelah penelitian mendalam, ditemukan adanya potensi masalah yang dapat berdampak pada posisi Indonesia dalam forum WTO. Penelitian ini merupakan bagian dari rangkaian riset mengenai halal dan hukum internasional yang didanai melalui skema PKLN LPPM Unisba.
Terkait pencapaian ini, Eka berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen lain untuk terus produktif meneliti dan menulis. Ia menekankan pentingnya mengikuti perkembangan ilmu dan mempublikasikan karya di jurnal bereputasi agar rekognisi akademik semakin luas. Penghargaan Outstanding Paper 2025 ini menjadi bukti kontribusi akademisi Unisba dalam diskursus hukum internasional, sekaligus menunjukkan peran penting perguruan tinggi dalam pengembangan kajian strategis terkait kebijakan nasional dan komitmen global.(askur/png)


