Tahap aksi dimulai dengan kegiatan pemilahan sampah dapur dan dedaunan kering, yang kemudian dicacah menjadi potongan kecil agar lebih mudah terurai. Hasil cacahan tersebut dimasukkan ke dalam bata terawang, yang difungsikan sebagai media pengolahan dan dekomposisi alami.
Selanjutnya, tim melakukan penyiraman menggunakan larutan EM4 dan gula yang telah difermentasi selama 24 jam. Larutan ini berperan sebagai aktivator alami untuk mempercepat proses penguraian dan mengurangi bau tidak sedap. Dalam proses ini, tim juga menambahkan sampah organik dapur lainnya, seperti kulit buah dan sisa sayuran, agar proses fermentasi lebih optimal.
“Tujuan kami di kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas hidup, dimulai dari apa yang ada di sekitar kita. Khusus di lingkungan Compreng sendiri terdapat sampah pertanian, baik dari dedaunan maupun sampah pada umumnya yaitu sampah rumah tangga. Jadi, perlu dipikirkan untuk solusi dari permasalahan tersebut.” ungkap Ketua Tim Mahasiswa Berdampak Dimas Zhafir,.