Baik Qaanaya maupun Elang berharap program Crisis Center dapat menjangkau lebih banyak pihak dan dapat bekerja sama dengan fakultas lain di Unisba, sehingga respon terhadap bencana alam maupun bencana kemanusiaan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih luas. Mereka juga menegaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari periode sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, BEM FK telah menyalurkan bantuan ke Sukabumi saat terjadi banjir bandang dan membuka donasi untuk kebutuhan medis pada aksi demonstrasi di Bandung.
BEM FK Unisba memastikan bahwa donasi akan tetap dibuka secara berkelanjutan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.(askur/png)