Wakil Perguruan Tinggi
Satori menjelaskan bahwa dirinya terlibat sebagai juri pada kategori pegiat lingkungan di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Dewan juri terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta media nasional.
“Proses penjurian dilakukan secara kolaboratif. Kami menilai tidak hanya dari sisi administrasi dan presentasi tetapi juga melalui verifikasi lapangan untuk melihat langsung dampak nyata dari aktivitas para pegiat lingkungan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah tantangan selama proses penjurian, di antaranya keterbatasan sosialisasi informasi yang menyebabkan masih banyak pegiat lingkungan potensial belum mengetahui adanya ajang penghargaan ini. Selain itu, kendala teknis seperti keterbatasan akses dan kemampuan teknologi informasi peserta pada sesi presentasi daring juga menjadi perhatian, meskipun aksi nyata mereka di lapangan dinilai luar biasa.